SELAMAT DATANG

selamat datang di blog ini. Semoga dapat bermanfaat

Senin, 17 Desember 2012

KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA

Oleh: Bambang Wibiono, S.I.P

 
Latar Belakang, Pengertian dan Dimensi Komunikasi 
Komunikasi antar budaya pada dasarnya merupakan komunikasi yang terjadi diantara orang atau kelompok orang yang berbeda latar belakang kebudayaannya. Ada tiga factor yang mendorong perkembangan studi komunikasi antarbudaya, yaitu:
1. Kesadaran internasional
2. Kesadaran domestic
3. Kesadaran pribadi
 
Untuk mendapatkan kejelasan tentang berbagai konseptualisasi tentang kebudayaan dalam konteks komunikasi antar budaya, ada tiga dimensi yang perlu diperhatikan, yaitu:
1. Tingkat masyarakat kelompok budaya dari para pelaku komunikasi
2. Konteks sosial tempat terjadinya komunikasi antarbudaya
3. Saluran komunikasi yang dipergunakan

Kaitan Antara Komunikasi dan Kebudayaan

Unsur-unsur pokok yang mendasari proses komunikasi budaya adalah adanya konsepkonsep tentang kebudayaan dan komunikasi, serta adanya saling ketergantungan antara keduanya. Adanya saling ketergantungan antara kebudayaan dan komunikasi ini akan terlihat dari kesimpulan sbb.:
  1. Kebudayaan dimiliki oleh sekelompok orang atau masyarakat dalam suatu periode tertentu. Untuk mewariskan kepada generasi berikutnya serta dikembangkan ke berbagai tempat diperlukan jasa komunikasi. Dengan kata lain kebudayaan dirumuskanm dibentuk, ditransmisikan serta dipelajari melalui komunikasi.
  2. Adanya komunikasi diantara individu tergantung pada kebudayaannya. Kebudayaan merupakan dasar atau landasan bagi komunikasi kebudayaan yang berbeda akan menghasilkan komunikasi yang  berbeda pula.
Melalui komunikasi kita membentuk kebudayaan dan sebaliknya melalui kebudayaan ditentukan aturan dan pola-pola komunikasi.

Kebudayaan Sebagai Penyaring

Salah satu fungsi kebudayaan ialah sebagai penyaring berbagai informasi yang masuk ke lingkungan masyarakat yang sangat selektif dalam menghadapi dunia luar. Proses seleksi yang dipengaruhi oleh kebudayaan ini disebut persepsi, yang kemudian menentukan tingkah laku termasuk komunikasi. Seringkali perilaku seseorang dipengaruhi oleh cara seseorang tsb mengenal lingkungan dan apa yang telah diajarkan oleh semua kebudayaannya.

Untuk mendalami proses persepsi, ada tiga aspek yang perlu diketahui:
  1. aspek struktur; apa yang kita hadapi mempunyai bentuk, ukuran, tekstur, warna, intensitas, dll.
  2. aspek stabilitas; dunia persepsi yang terstruktur tai mempunyai kelanggengan (tdk berubah-ubah).
  3. aspek makna; tidak dapat dilepaskan dari kemampuan bahasa tergantung pada penggunaan atas kata-kata yang dpt memberi gambaran secara tepat.
Untuk memahami bagaimana proses persepsi tsb, ada dua dimensi pokok yang mendukung, yaitu:
  1. Dimensi fisik, menggambarkan perolehan kita akan informasi tentang dunia luar melalui mata, telinga, hidung, mulut dan kulit serta transmisi dat melalui syaraf menuju otak utk kemudian diubah kedalam bentuk yang bermakna.
  2. Dimensi psikologis, keadaan individu menentukan persepsi mengenai lingkungan dan perilaku. Proses seleksi dalam persepsi mengenai suatu objek dan lingkungan sekelilingnya menurut Samovar (1981) melibatkan tiga hal yang saling berkaitan, yaitu:
  • Selective exposure (seleksi thd pengenaan pesan/stimulus)
  • Selectibe attention (seleksi dalam hal perhatian)
  • Selective retention (seleksi yang menyangkut retensi/ingatan).
Untuk menciptakan stabilitas struktur dan makna bagi lingkungan di sekitar kita, diperlukan adanya persepsi. Melalui persepsi, masyarakat menciptakan stabilitas,struktur dan makna bagi lingkungan di sekitarnya. 

Tidak ada komentar: